Home / DAERAH

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:55 WIB

Program Revitalisasi di SMA Muhamadiyah 6 Palembang Dikerjakan Kontraktor dan Tertutup

oppo_0

oppo_0

PALEMBANG, transparanmerdeka.com – Pelaksanaan program revitalisasi di SMA Muhamadiyah 6 Palembang Dikerjakan oleh pihak kontraktor pelaksana. Padahal dalam juklak dan juknis program revitalisasi itu harus dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat

Berdasarkan informasi dan pemantauan wartawan dilapangan, program revitalisasi di SMA Muhamadiyah 6 Palembang mengerjakan pembangunan 3 unit ruang kelas baru. Ironisnya teknis pelaksanaan dikerjakan oleh pihak ketiga yang mempekerjakan orang orang dari luar sumsel.

“Kami tidak tahu, kalau pembangunan ruang kelas baru di SMA Muhamadiyah 6 Palembang ini adalah program presiden prabowo. Kami lihat semua pekerjanya berasal dari Jawa, karena kami lihat semua pekerjanya menginap di lokasi pembangunan,” kata salah seorang warga setempat yang dikonfirmasi wartawan.

oppo_0

Lebih lanjut dijelaskannya, selama proses pembangunan di SMA Muhamadiyah 6 Palembang itu menurutnya, masyarakat setempat sama sekali tidak mengetahuinya. Lebih – lebih di lokasi pembangunan tidak ada papan informasi proyek.

Baca Juga :  Safari Jum'at di Masjid Nurul Huda Gandus, Herman Deru Pantau Fasilitas Masjid

“Kami masyarakat benar benar tidak tahu kalau pembangunan itu didanai dari program revitalisasi SMA yang diusung presiden Prabowo. Harusnya, kami masyarakat bisa ikut mengawasi. Tapi ini yang terjadi pihak sekolah terkesan menutup – nutupinya,” katanya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA Muhamadiyah 6 Palembang saat akan dikonfirmasi di kantornya sedang tidak berada di tempat.

“Bapak kepala sekolah sedang ada rapat di kantor pusat Muhamadiyah. Kalau soal pembangunan program revit kami tidak mengetahuinya,” kata salah seorang staf kantor seraya menolak menyebutkan namanya.

Baca Juga :  WDP  Bukti Kinerja Pemkot Palembang Tidak Bagus, Stop Tunkin dan TPP
oppo_0

Ditempat yang sama, salah seorang petugas keamanan SMA Muhamadiyah 6 Palembang, Gatot melarang wartawan untuk mengambil foto bangunan. Menurutnya, untuk mengambil gambar harus izin kepada pihak kontraktor pelaksananya.

“Tidak bisa pak, kalau mau ngambil foto pembangunan di sekolah ini. Pembangunan ini dikerjakan oleh pihak kontraktor. Jadi, kalau mau ngambil foto, silahkan bapak izin dulu dengan kontraktor pelaksananya. Karena pembangunan ini masih tanggungjawab kontraktor,” kata Gatot yang mengaku sebagai petugas keamanan di SMA muhamadiyah 6 Palembang.

Ditambahkan Gatot, dia hanya mengetahui, kalau program revitalisasi di SMA Muhamadiyah 6 Palembang, ini membangun 3 lokal ruang kelas baru.

“Untuk jelasnya, silahkan menghubungi kontraktor pelaksana, kami hanya menerima kunci dari kontraktor,” katanya. (Tim)

Share :

Baca Juga

KESEHATAN

RSUD Siti Fatimah Az Zahra Berhasil Raih Akreditasi Paripurna Bintang Lima dari KARS

BANYUASIN

Kepengurusan PWI Banyuasin periode 2025-2028 Laksanakan Giat Jum’at Berbagi

DAERAH

Semakin Meluas Pertambangan Emas di Kabupaten Pasaman Barat, Selain Sungai Batang Pasaman Sekarang Sungai Pulutan Menjadi Lahan Baru

DAERAH

Hadiri Pengajjan FORSAP Sungai Rotan, Herman Deru Salurkan Bantuan Program GSMP

KAB. MUBA

Tampilkan Gambo, Muba Juara 3 Stand Terbaik Festival Rempah Sumsel 2022

DAERAH

Peserta Surati Ketua BAZNAS Pusat dan Menteri Agama Minta Batalkan Hasil Seleksi BAZNAS Sumsel

KAB. MUBA

Wanti-wanti Penimbunan Bahan Pokok di Muba

DAERAH

Tersangka Penganiaya Dokter Koas Ditahan, Bosnya Jika Cukup Unsur Akan Ditetapkan Tersangka