MUBA, transparanmerdeka.com – Salah seorang wali siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Ngulak, Kecamatan Sanga Desa berinisial SBA menyampaikan rasa kekhawatirannya, terkait pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan kepada siswa-siswi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada wali murid.
Apalagi menurutnya, proses Vaksinasi atau Imunisasi itu menyangkut kesehatan dan Keselamatan anak. Karena itu, SBA menyayangkan sikap sekolah terkesan abai dan tidak membuat surat pemberitahuan resmi dari pihak Sekolah kepada orang tua/wali murid.
“Kami sangat mendukung semua kegiatan di sekolah, demi anak-anak.
Namun inikan masalah kesehatan dan Keselamatan anak..Kenapa Kami tidak diberi tahu sebelumnya, anak saya divaksin saat jam pelajaran tanpa sepengetahuan kami sebagai wali siswa.
Kami khawatir akan keselamatan anak-anak dan cucu kami, sebab bukan tidak mungkin, dari beberapa anak itu ada yang tidak bisa di Vaksin karena sensitif atau mengidap penyakit lain. Karena tidak ada diberitahu kepada kami selaku orang tua siswa. Ketika divaksin dilakukan, justru akan berakibat patal,” ujarnya.
Orang tua siswa juga, mempertanyakan sikap guru yang terkesan tidak peduli dengan proses vaksinasi tersebut. Sebab ketika ditanya oleh wali siswa Oknum Guru (DP) bersama guru lainnya, bilang tidak tahu.
“Oknum Guru di SDN 4 Ngulak ini, sepertinya tidak memberikan perhatian atau penjelasan apa pun kepada kami sebagai wali murid. Kami merasa was-was akan keselamatan anak kami,dan kami selaku orang tua siswa merasa ini telah melanggar prosedur, dan kami merasa tidak dihargai. Justru kami tahu ada Vaksin itu, dari siswa yang telah divaksin hari ini.(red-selasa,18/11/2025).
Dan anehnya ketika ditanyakan Via Ponsel kepada guru, Vaksin apa yang tengah berlangsung, jawaban dari oknum guru di SDN 4 Ngulak ini tidak tahu,” tambah SBA
Lebih lanjut, Ketika dikonfirmasi hari Rabu, (19/11/2025) Plt. Kepala SDN 4 Ngulak, Leman, SPd.SD sedang tidak berada ditempat, karena sedang keluar ada kegiatan lain. Begitu juga saat dikonfirmasi via pesan whatssap, Kepala SDN 4 Ngulak juga tidak memberikan jawaban.
Sementara itu, 3 orang guru kelas yang ditemui di Sekolah membenarkan kalau pihak sekolah sengaja tidak memberikan surat pemberitahuan kepada orang tua siswa terkait masalah Vaksin.
“Memang tidak ada pemberitahuan kepada wali murid, baik via surat atau lisan. Karena kami lihat, tahun-tahun sebelumnya juga tidak ada pemberitahuan kepada wali siswa,” katanya.
Disinggung soal surat pemberitahuan jadwal Vaksin dari Puskesmas Ngulak kepada sekolah. Ketiga guru tersebut mengaku tidak mengetahui soal surat tersebut. Menurutnya, itu bukan kewenangan mereka.
“Kalau soal surat puskesmas, Kami tidak tahu, ada atau tidaknya. Sebab itu wewenang Kepala Sekolah. Kami hanya mendampingi siswa ketika Vaksin berlangsung di kelas saja,” jelas Riska didampingi dua guru lainnya Rotelah dan Willy Yuliza.
Sementara itu dari Tim BIAS atau Vaksinasi, Susiana, S.Kep melalui KTU PKM Ngulak, Umrin.S.Kep. Nurs. Saat dikonfirmasi,Via WhatApps, pada Rabu,(19/11/2025), Kepala TU PKM mengatakan pihak PKM Ngulak, sebelumnya telah lama menyampaikan surat pemberitahuan Kepada pihak Sekolah untuk jadwal program BIAS (red-Bulan Imunisasi Anak Sekolah).
“Kami telah melampirkan surat pemberitahuan secara resmi kepada Pihak sekolah yang akan Lakukan Vaksin, termasuk Surat pemberitahuan Kepada SDN 4 Ngulak. Untuk siswa kelas 5 hari ini adalah dilakukan Vaksin Tetanus, dan semua SOP telah kami diikuti, termasuk pemberitahuan atau informasi kepada pihak sekolah.
Kami prioritaskan keselamatan dan kenyamanan anak-anak. Tinggal bagaimana Peran Sekolah menyampaikan kepada Orang tua/wali siswa. Sampai atau tidak sosialisasi kegiatan Vaksin ini,” Jawab tim nakes saat ditanya wartawan.
Senada dijelaskan oleh Korwil UPTD Diknas Kecamatan Sanga Desa, Tri Extanori, SPd.MPd ketika ditanyai oleh wartawan via whatAppsnya Korwil UPTD menjelaskan, untuk pemberitahuan secara resmi dan Grup WhatApps Kepala Sekolah SD dan Tingkat SMP telah disampaikan,masalah jadwal dan Proses akan Vaksin.
“Kalau pemberitahuan dari Korwil UPTD Diknas telah kami sampaikan kepala sekolah masing-masing SD & SMP di Grup WhatApps dan surat resmi.Hanya saja dari kepala sekolah kepada orang tua siswa.Disampaikan atau tidak kepada wali siswa.Saya akan segera panggil Kepala Sekolah yang bersangkutan. Kenapa tidak ditindaklanjuti pemberitahuan kepada orang tua siswa,masalah kegiatan Vaksin atau Imunisasi ini yang jelas-jelas ini adalah program pemerintah yang harus melibatkan semua pihak.termasuk memberitahu orang tua siswa,” tegas Korwil UPTD Diknas Sanga Desa.
Hampir semua wali siswa berharap kejadian ini harus jadi perhatian dan Evaluasi semua Pihak dan secara bersama untuk meningkatkan transparansi dan komunikasi yang lebih baik antara sekolah, puskesmas, dan orang tua demi keselamatan siswa. (Tim/git)












