Home / PEMBANGUNAN / PEMERINTAHAN / SUMSEL

Rabu, 7 September 2022 - 05:31 WIB

Wagub Mawardi Yahya Dengarkan Pandangan Umum Fraksi Terkait Pembahasan Raperda Perubahan APBD TA 2022 

TRANSPARANMERDEKA.COM, PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya didampingi Sekda   Sumsel Ir. S.A. Supriono menghadiri Rapat Paripurna LV (50) DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda membahas pandangan umun fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumsel terhadap Raperda Perubahan APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2022, di Gedung DPRD Provinsi Sumsel, Senin (5/9) pagi. 

Adapun rapat paripurna itu dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Kartika Sandra Desi.

Dalam rapat tersebut sejumlah fraksi menyampaikan pandangannya. Salah satunya Fraksi Golkar yang disampaikan oleh H. Fatra Radezayansyah. Dijelaskannya bahwa ada dua prinsip.dasar dalam pembabasa  Perubahan APBD yaitu sektor pendapatan dan sektor belanja.

Prinsip pendapatan menurutnya  Pemda mampu menggali sumber-sumber pendapatan daerah secara luas sehingga terkumpul pendapatan yang sebanyaknya dengan tidak memberatkan  masyarakat dan dunia usaha.

Sedangkan prinsip belanja itu setiap penggunaan anggaran seefektif dan seefisien mungkin sehingga setiap anggaran pembelanjaan yang dikeluarkan benar-benar dirasakan masyarakat dan memiliki muktiflyer effect terhadap pertumbuhan ekononi dan sosial.

Dalam kesempatan itu Fraksi Golkar mempertanyakan mengenai 0endaparan asli daerah. Pihaknya mempertanyakan asumsi apa yang digunakan dalam menghitung penentuan target pendapatan. Dimana di RAPBDP tahun 2022 ini ditargetkan meningkat 7,57% atau sebesar Rp379 miliar dari APBD induk.

Selain itu Fraksi Golkar juga mempertanyakan  terkait  pendapatan dserag dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan  yang di APBDP 2022 ini ditarget meningkar Rp54,8 miliar atau sebesar 8,72%.

“Apakah ini nanti akan tercapai dalam triwula  akhir ini mengingat BUMD masih sangat kecil kontribusinya terhadap pendaparan asli daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Wagub Mawardi Yahya Dampingi Airlangga Hartato Hadiri Peringati Isra Mi'raj 1444 Hijriah di Palembang

Di bidang pendidikan Fraksi Golkar juga mengingatkan Pemprov tentang Program Sekolah Gratis yang saat ini menjadi Program Sekolah berkeadilan yang masih terkendala payung hukum. Terkait hal ini Fraksi Golkar meminta agar permasalahan ini dapar segera diselesaikan  mengungat pendidikan adalah sektor penting yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam kesempatan itu Fraksi Golkar juga memperranyakan kinerja Biro Kesejahteraan dengan beberapa catatan yang harus diperhatikan.

Pertama dijelaskannya mengenai Pergub tentang Ponpes yang mana peraturan daerahnya sudah lama disahkan, kedua tentang pencairan dana hibah yang sangat lambat.  Hingga saatninu hanpir 90% dana hibah belum tersalurkan.

“Kehati-hatian dalam pelaksanaan dana hibah sangat diperlukan agar tidak terjadi persoalan hukum di masa yang akan datang tapi kehati-hatian ini bukan berarti menjadi alasan untuk menghambat program kegiatan yang telah disusun.

“Fraksi Golkar meminta Pemprov Sumsel melakukan evaluasi terhadap kinerja Biro Kesra agar kedepan semua program berjalan baij, tepat waktu dan sesuai ketentuan perundang-undangan,” jelas Fatra.

Sementara itu Pelapor  dari Fraksi Demokrat H.A. Gani Subit. MM menyampaikan bahan masukan dari Fraksinya mengenai Pendapatan Asli Daerah.

Menurut Fraksi Demokrat PAD dapat juga diperoleh dari Operasional Terminal Khusus. Saat ini masukan dari Terminal khusus hanya disetor ke PNBP melalui KSOP.

Perjuangan untuk mendapatkan sumber penghasilan ini menurutnta harus secara gigih diperjuangkan ke tingkat pusat karena jika ini berhasil , dapat memberikan masukan yang signifikan bagi kas Daerah.

Baca Juga :  Sidang Tahunan MPR RI, Jokowi Ungkap Ekonomi Indonesia Terkendali di Tengah Krisis Global

Untuk itu diperlukan regulasi Alur Pelayaran, Tata Cara berlalu lintas dan berlabuh serta koordinasi dengan Kementerian Perhubungan tentang wilayah Muara Lematang dan Kertapati yang sudah ditetapkan menjadi kewenangan Gubernur.

Sehingga Jasa labuh, jasa sandar dan jasa kepelabuhan lainnya dan Izin melintas di Sungai Musi, Jembatan Ampera dapat dipungut sebagai Sumber PAD.

Pada kesempatan itu Fraksi Demokrat memberikan apresiasi yang tinggi mereka sampaikan kepada Pemerintah Provinsi yang sudah mengakomodir usulan Fraksi Partai Demokrat tentang kebutuhan pembebasan lahan untuk pembangunan Fly Over simpang sekip Angkatan 66, sehingga diyakini oleh Balai Besar Pelaksaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan Pembangunannya dapat terlaksana.

Selanjutnya Fraksi Demokrat juga mengingatkan dengan azas kehati -hatian Terhadap Ganti Rugi tanah yang peruntukan UIN di Jakabaring, yang sudah diputuskan Pengadilan, menyangkut Besaran dan proses Pembayarannya agar sesuai dengan Perjanjian dan keputusan tertulis dan mengikat dari semua pihak.

Sementara itu di bidang kesejahteraan Fraksi Demokrat juga mengingatkan agar rakyat harus diperhatikan dan dimaksimalkan anggaran secara sungguh – sungguh  pertama di Bidang Kesehatan, Langkah – langkah penurunan stunting  dan program – program harus dipercepat usaha – usaha pengadaan alat – alat di RS Siti Fatimah serta peningkatan kualitas SDM nya dalam upaya menuju RS bertaraf Internasional. *

Share :

Baca Juga

KAB. MUBA

Pj Bupati Muba Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-94

DAERAH

Diskominfo Muba Sambut Studi Tiru BKPSDM  Kabupaten PALI

PEMBANGUNAN

Hadiri Rapat Paripurna XVII, Gubernur Sumsel Herman Deru Ungkap Hasil Nyata Kolaborasi di Pemerintahan

PEMERINTAHAN

Kerukunan Antar Umat Beragama di Sumsel Sangat Kondusif

PEMBANGUNAN

Sumsel Provinsi Pertama di Indonesia Dapatkan Tanda Waktu Nasional dari BSN 

PEMERINTAHAN

Herman Deru : Program  Kegiatan Dalam APBD Perubahan  Dilaksanakan Berkesinambungan, Berdaya Guna dan Tepat Guna

DAERAH

Terus Edukasi Masyarakat Akan Bahaya Narkoba, Sekda Sumsel  Buka Sosialisasi Perda Fasilitas P4GN

DAERAH

Pengamat Politik, Ade Indra Chaniago Yakin Lucianty Dipilih Rakyat Muba untuk DPRD Sumsel 2024-2029