SUMBAR, transparanmerdeka. com –
Beredarnya informasi akan adanya Razia yang bakal dilakukan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) sejak (Kamis, 6/8) hingga hari ini Aktivitas Penambangan Emas di kejorongan Tombang terhenti.
Menurut warga sekitar tambang terhentinya aktifitas bagi Penambang Emas diperkirakan hanya sampai tanggal 14 mendatang kemudian mereka akan melakukan aktivitas seperti biasa nya lagi.
Walaupun Kapolda Sumbar Inspektur jenderal Polisi (Irjenpol) Djati Wiyoto Abadhy S.I.K dengan tegas menyatakan akan perang terhadap penambang emas tanpa izin namun masyarakat sangat yakin aktivitas ini tidak akan berhenti lama, salah seorang masyarakat menyatakan,
“Beberapa hari kedepan para penambang akan kembali melakukan aktivitas seperti biasa nya, tidak mungkin lama dan tidak mungkin tambang ini tutup ” ucap masyarakat yang tidak ingin identitasnya disebutkan.
Dengan adanya informasi razia yang akan dilakukan Polda Sumbar,
Pengusaha serta pekerja tambang emas di kejorongan Tombang nagari Sinuruik kecamatan Talamau kabupaten Pasaman Barat berupaya menyimpan alat alat yang dipergunakan untuk aktivitas penambangan emas selama ini seperti ekskavator, Bok sejak hari Kamis, (6/8) sudah dimasukan ke hutan yang berada tidak jauh dari lokasi tambang, hanya disisakan alat pertambangan bekas yang sudah tidak terpakai lagi.

Setelah para penambang menyimpan peralatan yang digunakan dalam aktivitas penambangan, Kapolsek Talamau bersama Wali nagari (Kamis, 6/8) melakukan peninjauan lokasi tambang dan memasang banner yang bertulisan “STOP PERTAMBANGAN EMAS SEKARANG JUGA” himbauan tersebut dipasang di perkampungan Tombang dan bateh samuik.
Besarnya keyakinan masyarakat aktivitas penambangan emas ini akan terlaksana kembali, Kabid Humas Polda Sumbar Kombespol Susmelawati Rosya saat dihubungi melalui telepon seluler WhatsApp nya menyatakan akan keseriusan Kapolda untuk perangi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dalam percakapan singkat dia menyatakan,” Kirimi foto ataupun vidio yang menggunakan titik koordinat kami akan lakukan penindakan, kami akan menghubungi Polres dan Polsek,” ucapnya.
Peninjauan lokasi tambang oleh aparat kepolisian sektor Talamau bersama wali nagari Sinuruik masih menjadi perbincangan ditengah masyarakat nagari sinuruik, apakah ini suatu pencitraan atau benar benar suatu keseriusan karena hal seperti ini sudah sering terjadi namun aktivitas tambang tetap berlangsung kembali, apakah ini benar suatu bentuk penertiban dan kesungguhan pihak kepolisian sebagaimana salah satu Atensi Kapolda Sumbar yang menyatakan perang total terhadap aktivitas tambang emas tanpa izin yang berada di wilayah hukum yang dipimpinnya saat ini. (Fan)












