Home / KAB. MUBA / PEMBANGUNAN

Sabtu, 5 November 2022 - 16:18 WIB

Seribu Sandal Jepit Made in Plakat Tinggi Diorder Pj Bupati Apriyadi dan Dibagikan untuk Masjid di Muba

SEKAYU, Transparan. Warga pengrajin sandal jepit berbahan baku karet di Plakat Tinggi mendapat tantangan dari Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi.

Pj Bupati Apriyadi meminta agar para masyarakat Plakat Tinggi yang sudah mendapatkan pelatihan pembuatan sandal jepit untuk membuat sebanyak seribu sandal.

“Sekarang kan sudah mahir buat sandal-nya setelah dapat pelatihan. Nah, untuk support di awal ini saya beli seribu sandal jepit, nanti sandal tersebut akan saya bagikan untuk masjid-masjid di Kabupaten Muba, ke depan sandal jepit ini akan dipasarkan lewat aplikasi bela pengadaan, nanti saya akan jadi salesnya langsung jual ke pejabat-pejabat se-Sumsel ini,” ungkap Apriyadi.

Lanjutnya, sandal jepit tersebut nantinya bisa digunakan untuk mengambil wudhu di masjid. “Kalau sudah selesai nanti, sandal jepitnya langsung diantar ke rumah dinas Bupati,” tegasnya.

Baca Juga :  Syukuran Masuk 8 Besar MTQ Nasional, Herman Deru : Program Rumah TahfidzĀ  Berhasil Cetak Qori/Qoriah Berprestasi

Sebelumnya, pada Senin (31/10/2022) Pj Bupati Apriyadi memboyong sejumlah warga khususnya di Sukamaju (SP5) Kecamatan Plakat Tinggi melakukan hilirisasi karet yakni berupa pembuatan produksi sandal, sarung tangan, karpet, karet gelang, dan aksesoris gantungan kunci.

Hal ini tampak ketika Pj Bupati Apriyadi mendatangi langsung lokasi pembuatan sandal jepit yang dilakukan warga di Plakat Tinggi, Kamis (3/11/2022) ke pusat Pelatihan Hilirisasi Karet Kecamatan Plakat Tinggi.

“Satu pasang sandal hanya butuh waktu setengah jam untuk proses pembuatannya, kami sangat berterima kasih dengan pak Bupati Apriyadi yang memfasilitasi kami,” ungkap Sunarno warga Desa Sialang Agung Plakat Tinggi yang mendapatkan pelatihan hilirisasi karet.

Menurutnya, pelatihan seperti ini sudah sejak lama diimpikan warga terutama yang berpenghasilan dari bertani karet. “Alhamdulillah sekarang kami kalau sudah menyadap karet di kebun, pulang kerumah kami bisa membuat sandal jepit dan aksesoris lainnya yang sudah diajarkan pada saat pelatihan ini untuk kemudian dijual ke pasar,” terangnya.

Baca Juga :  Komisaris TR Jaya Grup Berikan Bantuan Renovasi Musholah SMA N 1 Sanga Desa

Ia menjelaskan, untuk membuat sepasang sandal jepit hanya membutuhkan waktu setengah jam dengan menggunakan alat press dan molding yang sudah difasilitasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Muba.

“Olahan karet setengah jadi kemudian dicampur dengan beberapa jenis cairan kimia, hasilnya tak kalah dengan sandal jepit yang dijual dipasaran, kami juga dari pelatihan ini tidak hanya bisa buat sandal jepit tetapi juga buat karet gelang, sarung tangan, dan aksesoris gantungan kunci,” bebernya.

Share :

Baca Juga

PEMBANGUNAN

HDMY Mantapkan Infrastruktur dan Berhasil Tekan Kemiskinan Hingga 11 Persen

DAERAH

Hadiah Tak Kunjung Diterima, Pemenang Lomba Dangdut Laporkan Dugaan Penipuan Oknum Ketua PPP Penyelenggara Kontes

DAERAH

Warga Apresiasi Gebrakan DLH Muba Atasi Masalah Sampah di 4 Desa Babat Toman

KAB. MUBA

Pemkab Muba Berduka, Isteri PJ Sekda Muba Meninggal Dunia

KAB. MUBA

Pj Bupati Muba Tunjuk Irwan Sazili Jabat Plh Camat Sekayu

DAERAH

Ketua DPC PPP Muba, Ucapkan Selamat atas terpilihnya Mardiono sebagai Ketum

DAERAH

Tulus, Polsek Sanga Desa Raih Penghargaan Juara 1 Lomba Sat Kamling dari Kapolda Sumsel

KAB. MUBA

Puluhan Perwakilan Honorer Datangi Pj Bupati Muba