Home / DAERAH

Jumat, 24 April 2026 - 18:08 WIB

Pengurus IKAB Palembang Minta Gubernur Sumbar, Mahyeldi  Ansharullah Fasilitasi Pembentukan Organisasi IKAB Nasional

Ketua Umum IKAB Palembang, Ir. Reflin Arda, MAP, M.Si

PALEMBANG, transparanmerdeka.com – Pengurus Ikatan Keluarga Agam dan Bukittinggi (IKAB) Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengajukan pernohonan kepada Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, SP. Datuak Marajo agar memfasilitasi pembentukan organisasi IKAB Nasional atau IKAB Indonesia untuk menambah kuat rasa persatuan dan kekeluargaan warga yang berasal dari Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi yang berada di perantauan.

Permohonan itu disampaikan Pengurus IKAB Palembang melalui surat resmi bernomor: ISTIMEWA/IKAB/PLB/GUBSB/IV/2026 tanggal 21 April 2026 perihal: Permohonan Kepada Bapak H. Mahyeldi Ansharullah, SP Datuak Marajo, Gubernur Sumatera Barat Fasilitasi Pembentukan Ikatan Keluarga Agam dan Bukittinggi (IKAB) Nasional yang ditandatangani Ketua Umum IKAB Palembang, Ir. Reflin Arda, MAP, M.Si dan Sekretaris Umum, Afdhal Azmi Jambak, SH serta diketahui oleh Penasehat, Drs. H. Asnal Olon dan Pembina IKAB Palembang, Prof. Dr. Chairil Anwar, Ph.D.

Surat tersebut dikirim melalui jasa pengiriman dan ditembuskan pula kepada Bupati Agam, Ir. Benni Werlis di Lubuk Basung dan Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias di Bukittinggi.
“Kita menyampaikan permohonan kepada Gubernur Mahyeldi yang juga putra Agam untuk memfasilitasi pembentukan Organisasi IKAB NASIONAL atau IKAB Indonesia karena banyak organisasi perantau Agam dan Bukittinggi di berbagai daerah dan provinsi bernama IKATAN KELUARGA AGAM DAN BUKITTINGGI (IKAB). Selama ini IKAB dari berbagai daerah selalu melaksanakan kegiatan bermanfaat bagi urang Agam dan Bukittinggi di perantauan dan juga sangat peduli kepada dunsanak di berbagai nagari di Ranah, Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi,” kata Afdhal Azmi Jambak, SH dalam siaran persnya, Jumat (24/4/2026).

Sekretaris Umum, Afdhal Azmi Jambak, SH

Sementara itu, Ketua Umum IKAB Palembang, Ir Reflin Arda, MAP, MSi menambahkan, IKAB di Ibukota Provinsi Sumsel sudah berdiri sejak tahun 1964, didirikan oleh para tokoh Luhak Agam yang sebagian besar sudah meninggal dunia dengan nama IKA (Ikatan Keluarga Agam). IKA ini juga salah satu pendiri Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Kota Palembang yang pada tahun 2002 ditingkatkan menjadi BMKM Sumsel dengan KetuaUmum, H. Syahrudin Ismail dan Sekretarus Umum Afdhal Azmi Jambak.

“Pada tahun 2002, IKA diubah menjadi IKAB Palembang dengan tujuan lebih memudahkan administrasi dan koordinasi dengan dua pemerintahan yakni Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi. Alhamdulillah sejak dulu warga IKAB Palembang kompak, akur dan bersatu. Sampai kini IKAB Palembang tetap eksis melaksanakan berbagai program kerja yang bermanfaat bagi urang banyak terutama warga Agam dan Bukittinggi,” kata pensiunan Badan Pusat Statistik Nasional (BPN) ini.

Reflin yang berasal dari Koto Kaciak Kecamatan Tanjung Raya ini menjelaskan di antara program dan kegiatan yang dilaksanakan IKAB Palembang adalah:

Baca Juga :  Tak Terima Dilecehkan, Pegawai BUMD  akan Lapor Polisi

1. Membangun Masjid IKAB Daarul Mukhlishin di Tegal Binangun, Jakabaring Selatan dengan dana sekitar Rp 5 milyar dan sekarang tinggal sekitar 25 persen lagi.

2. Membentuk pengurus masjid dan Majelis Taklim untuk memakmurkan masjid yang dibangun dari wakaf, infaq, sedekah dan bantuan dari warga IKAB di Palembang dan dari berbagai tempat di samping dari umat Islam warga daerah lainnya.

3. Melaksanakan Ibadah Qurban setiap tahun di Masjid IKAB Daarul Mukhlishin.
4. Membentuk dan sudah mulai berjalan BAITUL MAAL IKAB PALEMBANG dengan tujuan secara berjamaah Membangun Ekonomi Umat (warga) Agam dan Bukittinggi serta MEMBERANTAS RIBA.

BAITUL MAAL ini dikelola secara Islami, TANPA RIBA, tanpa biaya. Uang Baitul Maal berasal dari hibah, pemberian, infaq dan atau sedekah dari warga muslim terutama keluarga besar IKAB di samping pinjaman tanpa memberikan bunga (keuntungan) kepada yang meminjamkan uangnya. Sebaliknya, warga yang meminjam uang tidak dikenakan biaya sama sekali, tanpa bunga, tanpa biaya administrasi dan skema serta jangka waktu pengembalian disesuaikan dengan kemampuan peminjam.

Penasehat IKAB Palembang , Drs. H. Asnal Olon  

Kegiatan BAITUL MAAL membangun ekonomi umat dengan memberantas riba ini menjadi sangat penting. Sebab riba dengan aktivitas rentenir (pinjam 100 bunga 20 persen dalamwaktu 40 hari atau 80 hari) banyak terjadi di Palembang dan menurut informasi juga banyak terjadi di Ranah Minangkabau. “Padahal Minangkabau itu punya falsafah, ‘ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH, tetapi mengapa banyak praktek riba terjadi. Di hampir semua kabupaten/kota diperoleh informasi ada kegiatan rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi,” tambahnya.

“Kami pengurus IKAB Palembang hasil Musyawarah Tinggi (MUTI) VI di Gedung Cindua Mato Badan Musyawarah Keluarga Minangkabau (BMKM) Sumsel, Ahad 19 Mei 2024 dengan Ketua Umum, Ir. Reflin Arda, MAP, M.Si yang mengalahkan Ifrajoni, SE (Sekretaris Umum BMKM Sumsel), tetap istiqamah melaksanakan kegiatan yang sudah diprogramkan,” tambah Afdhal Azmi Jambak yang Sekretaris Umum BMKM Sumsel periode 2002-2006 dengan Ketua Umum, H. Syahrudin Ismail.

Pengurus IKAB Palembang mengharapkan Gubernur Mahyeldi menjadi pemersatu dan perekat organisasi keluarga Agam dan Bukittinggi di perantauan.

“Selain beberapa kegiatan tersebut, IKAB Palembang juga melaksanakan kegiatan pelestarian kesenian khas Minang antara lain tambua, tari piring dan pencak silat.

“Kita akan buat sasaran di Sekretariat IKAB Palembang, Masjid IKAB Daarul Mukhlishin dengan menggunakan halaman masjid sebagai tempat latihan. Kami senang dan bersyukur sejumlah tokoh muda IKAB yang sempat ikut organisasi lain yang dibentuk oleh beberapa orang termasuk yang kalah dalam Musyawarah Tinggi (Muti) IKAB sudah kembali bergabung dengan IKAB Palembang,” tambahnya.

Beberapa orang yang kembali ke IKAB antara lain Febri Musriandy, SE, tokoh muda yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Koto Kaciak Sekitarnya (IKKEK/S) dan kawan-kawan. Semula mereka di-SK kan oleh BMKM Sumsel dan dilantik, padahal IKKEK/S itu organisasi di bawah IKAB Palembang.

Baca Juga :  Tingkatkan Ketahanan Pangan, Yonif TP 984 TNI-AD Bermarkas di Lapangan Markas Besar PMPB Muba Timur

“Alhamdulillah. Kami pengurus IKKEK/S Palembang periode 2025-2030 sudah dilantik oleh Ketua Umum IKAB Palembang. Insya Allah kita akan bersama-sama terus membesarkan IKAB ini,” katanya.

Sementara itu, Drs. H. Asnal Olon, salah satu ulama asal Lubuk Basung di Palembang dan pernah menjadi anggota DPRD mengharapkan Gubernur Mahyeldi Ansharullah sebagai pemimpin di Sumbar menjadi pelopor pemersatu warga Minang termasuk di perantauan.

Pembina IKAB Palembang, Prof. Dr. Chairil Anwar, Ph.D.

“IKAB Palembang dari dulu sampai kini eksis. Pengurus sekarang luar biasa. Mempunyai ide, pemikiran dan eksekusi program-program bermanfaat. Mereka bangga dan berterima kasih dengan para sesepuh pendiri IKAB dan istiqamah mempertahankan eksistensi IKAB dari orang-orang yang secara langsung atau tidak langsung memecah belah,” katanya.

Asnal Olon mengharapkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi memberdayakan IKAB di berbagai daerah lainnya untuk membantu menyukseskan program-program pembangunan dan mengatasi masalah di kampung halaman, Agam dan Bukittinggi.

Sedangkan Prof. Chairil Anwar, Ph.D, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) percaya, Gubernur Mahyeldi Ansharullah itu orang pintar, arif dan bijaksana dan akan bersikap proporsional. “Semoga Pak Mahyeldi mau memfasilitasi pembentukan IKAB Nasional. Kita siap memaparkan konsep di hadapan Gubernur Sumbar tentang urgensi IKAB Nasional. Kita harapkan tokoh-tokoh Urang Agam dan Bukitttinggi di Jakarta dan berbagai daerah lainnya mau ikut membentuk IKAB Nasional,” katanya.

Afdhal Azmi Jambak menambahkan, ketika musibah galodo (tanah dan bebatuan longsor) menimpa beberapa nagari di Agam tahun lalu, IKAB Palembang melaksanakan kewajiban menghimpun dana dan menyerahkannya untuk meringankan beban warga korban bencana tersebut. Musibah sebelumnya pun selalu IKAB turun tangan.

“Kita fokus mengatasi permasalahan yang dialami Urang Awak. Masjid untuk ibadah dan pusat aktivitas. Baitul Maal untuk atasi kesulitan keuangan warga agar berhenti dan terhindar dari riba, perbuatan dilarang Allah. Banyak program yang kita laksanakan. Lillahi ta’ala dan alhamdulillah selalu disupport banyak tokoh termasuk rang sumando,” kata wartawan senior yang salah satu penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Dewan Pers ini.

Afdhal juga menambahkan dia sudah berkomunikasi dengan beberapa dunsanak asal Agam dan Bukittinggi di berbagai daerah lainnya. Mereka menyambut baik ide pembentukan IKAB Nasional. Di antara yang mendukung dari IKAB Tanah Datar yang ketuanya Drs. Iswen dan dari Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Drs. Idris. “Moga Pak Mahyeldi mau menanggapi dan setuju dengan kerja baik ini,” katanya. (***)

Share :

Baca Juga

KAB. MUBA

Wanti-wanti Penimbunan Bahan Pokok di Muba

PEMERINTAHAN

Belasan Pejabat Pemprov Sumsel Ikuti  Uji Kompetensi JOB FIT JPT Pratama 

DAERAH

Kasmanedi: Seharusnya Pimpinan DPRD Pasaman Barat Lebih Bijak Menggunakan Anggaran

KEPEMUDAAN

Kunker ke Kota Lubuk Linggau, Feby Deru Sosialisasikan Program Revitalisasi Dasawisma dan GSMP

LUBUK LINGGAU

Lantik Kepengurusan PMI Kota Lubuklinggau, Feby Deru: PMI Terus Komitmen Jalankan Misi  Kemanusiaan

PEMBANGUNAN

Penyelenggara PTSB dan PBB Terbaik, Pemprov Sumsel Dianugerah Layanan Investasi 2022

BANYUASIN

17 Pegawai Lapas Kelas IIA Banyuasin Naik Pangkat, Kalapas: Ini Amanah yang Harus Dijaga

BANYUASIN

Tokoh-tokoh Urang Minangkabau di Sumsel Sambut Hangat Bupati PALI, Heri Amalindo