Home / DAERAH / NASIONAL / PEMERINTAHAN / SUMSEL

Rabu, 17 Agustus 2022 - 06:34 WIB

Sidang Tahunan MPR RI, Jokowi Ungkap Ekonomi Indonesia Terkendali di Tengah Krisis Global

*Pemprov- Forkopimda Sumsel Dengarkan Pidato Kenegaraan Jokowi 

transparanmerdeka.com, PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya bersama Forkopimda Sumsel, Selasa (16/8) pagi,  mengikuti jalannya   Pidato Kenegaraan Presiden RI yang digelar Majelis Perwakilan Rakyat (MPR)  dalam rangka HUT ke-77 Kemerdekaan RI Tahun 2022. Bertempat di gedung DPRD Sumsel.

Sidang Tahunan ini merupakan amanat Tata Tertib MPR Nomor 1 Tahun 2014, dilaksanakan secara daring  dan dihadiri 575 anggota DPR, 134 anggota DPD, Presiden dan Wakil Presiden, jajaran menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara. Sidang Tahunan ini juga mengundang 103 duta besar, para mantan presiden dan wakil presiden, hingga para ketua umum partai politik.

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 dibuka oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo.

Dalam pidato kenegaraannya1, Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan rasa syukurnya atas berhasilnya Indonesia yang mampu bertahan pada masa Pandemi Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi yang mulai bangkit ditengah krisis global.

Baca Juga :  Buka Peluang UMKM, Pemprov Sumsel Gelar Sriwijaya Expo 2025

“Tantangan yang kita hadapi sangat berat. Semua negara, di seluruh dunia, Indonesia salah satu negar hang sedang menghadapi ujian tersebut kita syukuri bahwaa Indonesiamampu bertahan di tengah krisis global,” kata Jokowi.

Jokowi mengklaim Indonesia menjadi negara yang mampu bertahan. Ini setidaknya tercermin dari kemampuan RI mengendalikan pandemi Covid-19, dan menjadi lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia yaitu sebanyak 432 juta dosis.

“Indonesia terpilih menjadi lima besar sebagai negara dengan vaksinasi terbanyak 432 dosis,” ungkapnya.

Selain itu, inflasi dinilai berhasil dikendalikan 4,9 persen. Angka itu jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7 persen dan jauh di bawah inflasi negara- negara maju yang berada di sekitar 9 persen.

“Inflasi yang telah berhasil dikendalikan dikisaran empat koma sembilan persen,” tuturnya.

Begitu pula dengan pertumbuhan Ekonomi yang berhasil tumbuh positif di angka 5,44 persen pada kuartal II-2022. Neraca perdagangan juga surplus selama 27 bulan berturut-turut dan di semester I-2022 surplus 364 triliun rupiah,” tambahnya.

Baca Juga :  Panen Raya Ikan Lele di Talang Ubi, Bantuan Anggota DPR RI Hj. Sri Kustina

Terjadi perkembang positif yang dialami oleh Indonesia, Jokowi tak luput mengingatkan semua harus mewaspadai adanya ketidakpastian global.

Meski demikian Presiden optimis Indonesia mampu bertahan dari krisis global. Dimana ia menilai Indonesia yang mampu melewati krisis pandemi Covid-19.

“Pemerintah, masyarakat, hingga seluruh elemen mampu bergotong royong keluar dari permasalaha covid-19 yang melanda dunia, bangsa Indonesia telah menunjukan sebagai bangsa yang tangguh,” ucap Jokowi.

Adapun Forkopimda Sumsel yang hadir,  Ketua DPRD. Prov. Sumsel, Hj. R.A. Anita noeringhati, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Toni Hermanto, Sekda Prov. Sumsel, Ir. SA. Supriono, Wakapolres Palembang, AKBP Andes Purwanti, Sekwan DPRD Sumsel, Ramadhan S. Basyeban, dan Sejumlah pejabat di lingkup Prov. Sumsel.*

Share :

Baca Juga

DAERAH

Peduli Masyarakat, Polsek Sanga Desa Gandeng Dinkes Propinsi Sumsel Gelar Berobat Gratis dan Dokling

SUMSEL

Herman Deru Sampaikan Pidato Pengantar Pengajuan 4 Reperda di Paripurna DPRD Sumsel

Kota Palembang

Panti Asuhan An Nur Juga Tidak Terima  Dana dari Walikota Palembang

KAB. MUBA

Wanti-wanti Penimbunan Bahan Pokok di Muba

BANYUASIN

Wakil Bupati Banyuasin Hadiri Pasar Murah Dan Pelayanan Prima Terpadu OPD di Kelurahan Tanah Mas

BANYUASIN

Kepengurusan PWI Banyuasin periode 2025-2028 Laksanakan Giat Jum’at Berbagi

KESEHATAN

Percepat Turunkan Angka Stunting, Herman Deru Harapkan RS Siti Khadijah Sedikan Layanan Khusus Bagi Ibu Hamil

KAB. MUBA

Pj. Bupati H. Apriyadi Langsung Perintahkan Kadinkes dan Kadisdagperind Sisir Permen Berbahaya