MUBA, transparanmerdeka.com – Dunia pendidikan pesantren kembali mengukir sejarah membanggakan.
Dua santriwati berprestasi dari Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah, Rantau Kasih kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel.
Setelah dinyatakan resmi lolos seleksi ketat dan berhak mendapatkan beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir – Universitas Islam tertua dan paling bergengsi di dunia.
Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga dan lembaga, tetapi sekaligus mengibarkan nama Desa,kecamatan dan Kabupaten Musi Banyuasin, hingga nama Indonesia di kancah internasional.
Penyerahan Secara simbolis dilakukan saat acara penyerahan bea siswa resmi dari pihak pondok pesantren, kedua santriwati yang berhak melanjutkan pendidikan ke tanah kelahiran peradaban Islam tersebut adalah:

1. Laudi Jesi binti Yusrizal – Putri dari pasangan Yusrizal dan Yulianti, warga asli Desa Tanjung Raya Kecamatan Sanga Desa. Ia memiliki hafalan Al-Qur’an sebanyak 8 juz dan konsisten meraih nilai akademis terbaik.
2. Selli Anjani binti Bambang Irawan – Berasal dari Desa Karang Anyar, Kecamatan Lawang Wetan,juga memiliki hafalan Al-Qur’an sebanyak 8 juz dan menunjukkan prestasi akademik yang sangat gemilang.
Kedua sosok muda ini dinyatakan lulus setelah memenuhi seluruh persyaratan ketat yang ditetapkan, yaitu: memiliki jumlah hafalan terbanyak di tingkat akhir (8 juz), memiliki nilai akademis terbaik, dinyatakan lolos ujian penjaringan resmi Universitas Al-Azhar, serta menguasai kemampuan berbahasa Arab yang memadai.

Perjalanan mereka menuju keberhasilan ini dimulai sejak tahap seleksi di Palembang hingga ujian akhir di Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur’an, di Indralaya, di mana keduanya meraih nilai tertinggi dengan predikat nilai A, sehingga berhak menerima beasiswa penuh.
Sulaiman, Kepala Desa Tanjung Raya, menyampaikan rasa bangganya yang mendalam, terutama atas keberhasilan Laudi Jesi, yang merupakan putri asli dari desa yang dipimpinnya.
“Saya selaku Kepala Desa Tanjung Raya, atas nama keluarga besar, Pemerintahan Desa, dan seluruh masyarakat Sanga Desa, merasa sangat bangga dan bahagia. Ini adalah anugerah Allah SWT bagi desa kami, sebuah prestasi luar biasa yang mengharumkan nama Tanjung Raya,” ujar Sulaiman penuh haru.
Ia mengenal baik sosok Laudi maupun ibunya, Yulianti, sebagai warga desa yang baik. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa putra-putri daerah mampu bersaing di panggung dunia.
“Saking bangganya, saya rela menggeser jadwal sejumlah kegiatan penting hanya untuk bisa hadir dan memberikan dukungan langsung, Laudi adalah generasi baru kebanggaan kami. Ia telah membuktikan diri berprestasi di Ash-Shiddiqiyah,lulus berbagai seleksi, dan kini berhak belajar di universitas kelas dunia,” tambahnya, ketika berbincang dengan wartawan, Jumat (22/5/2026).
Sulaiman juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah.

“Terima kasih kepada Ash-Shiddiqiyah yang telah mendidik, mendisiplinkan, dan membimbing anak-anak kami hingga menjadi yang terbaik. Semoga ke depan lahir lebih banyak lagi sosok seperti Laudi dan Selli, yang kelak menjadi kebanggaan desa, daerah, dan membawa nama harum Indonesia di seluruh dunia,” doanya.
Selain itu, Sulaiman juga menyampaikan harapan agar pemerintah di tingkat Kecamatan, Kabupaten, hingga Provinsi terus memberikan dukungan nyata bagi para santri berprestasi.
“Kami memohon dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi untuk memfasilitasi prestasi anak-anak bangsa. Universitas Al-Azhar Kairo adalah institusi yang sangat selektif, hanya menerima mahasiswa terbaik. Keberhasilan mereka masuk ke sana berarti mereka mengibarkan bendera Merah Putih dan membawa nama negara kita di mata dunia. Alhamdulilah ya Allah, Terima kasih dan selamat berjuang,” ungkapnya.
Abdul Ganib, S. Pd. I, Gr., Kepala Madrasah, Ash-Asshiddiqiah menyampaikan harapan besar agar prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh santri.
“Semoga ke depan semakin banyak santri dari lembaga kami yang diterima di perguruan tinggi luar negeri, baik di Mekkah, Madinah, maupun Kairo Mesir. Bagi santri yang telah berjuang, termasuk yang memiliki hafalan terbanyak, semoga ini menjadi semangat untuk semakin giat belajar. Kelak, ilmu yang mereka bawa pulang akan menjadi investasi besar bagi kemajuan pendidikan dan bangsa,” ujarnya ketika berbincang dengan wartawan media ini,Jumat,(22/5/2026).
Senada juga dikatakan Abdul Rofiq, S. Pd.I, Mudir MA Ash-Shiddiqiyah, juga turut bersyukur.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas keberhasilan kedua santriwati kami. Ini bukti nyata bahwa santri dari daerah pun mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional. Semoga keduanya diberi kemudahan menuntut ilmu dan kelak membawa manfaat besar bagi umat, agama, dan negara,” tegas Abdul Rofiq.
Keberhasilan Laudi Jesi dan Selli Anjani adalah puncak dari serangkaian prestasi gemilang Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah. Tahun ini saja, tercatat 3 santri diterima melanjutkan pendidikan ke Spanyol, sementara sisanya diterima di IAIN dan perguruan tinggi bidang kesehatan.
Prestasi ini menyusul capaian tahun lalu, di mana 1 santri diterima di TNI AD, 1 di TNI AU, dan 1 santri lainnya berhasil masuk Universitas Kairo Mesir melalui jalur mandiri.
Rangkaian prestasi ini menegaskan dedikasi Ash-Shiddiqiyah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga berprestasi secara akademis, berdaya saing global, dan siap menjadi duta bangsa di berbagai penjuru dunia. (SBA/git)












