Home / DAERAH / Uncategorized

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:06 WIB

Proyek Pembuatan Talud di Babat Toman, Muba Dinilai Mubazir

MUBA, transparanmerdeka.com – Proyek pembangunan Talud atau Dinding Penahan Tanah yang berlokasi di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) Dinilai mubajir. Hal itu terjadi lantaran lokasi pembangunan tidak rawan longsor.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek pembuatan Talud sepanjang lebih kurang 50 meter itu dilaksanakan di pinggir jalan Negera kabupaten Muba menuju Kabupaten Musirawas. Sayangnya pembangunan itu, tidak tepat karena jarak antara bibir sungai dengan badan jalan sekitar 40 meter dan area itu banyak ditumbuhi pohon pohon besar.

“Pembangunan Talut ini harusnya berfungsi untuk menahan badan jalan agar tidak tergerus air sungai. Tapi kalo untuk Talut ini jelas tidak tepat, karena memang jarak badan jalan dan sungai sangat jauh, yakni mencapai 40 meter lebih, jadi potensi untuk longsor masih sangat jauh,” kata Rohman, (51), salah seorang masyarakat setempat saat dibincangi wartawan di lokasi proyek.

Baca Juga :  Kepengurusan PWI Banyuasin periode 2025-2028 Laksanakan Giat Jum'at Berbagi

Lebih lanjut dijelaskannya, proyek pembangunan Talut itu dinilainya hanya untuk menghabiskan anggaran saja, bahkan sangat mubajir. Sebab menurutnya, di wilayah Muba banyak jalan jalan yang letaknya persis berada di pinggir sungai dan rawan longsor dan tidak dibangun talut.

“Banyak jalan negara di wilayah kabupaten Muba yang berada dipinggir aliran sungai Musi dan rawan longsor. Tapi tidak dibangun turab, kenapa jalan yang terbilang aman dari longsor justru dibangun turab,” katanya

Lebih jauh dia menduga dalam proyek tersebut adanya upaya menghambur hamburkan uang negara untuk kepentingan pihak pihak yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi itu semakin terlihat jelas, dimana di lokasi pembangunan tidak ditemukan adanya papan informasi proyek.

Baca Juga :  Listrik Sumut Hampir Pulih Sepenuhnya, PLN All Out Hidupkan Kembali Listrik Sibolga dan Tapanuli Tengah

“Seharusnya, setiap proyek yang dibiayai negara, harus memasang papan informasi proyek yang memuat tentang proyek itu, seperti jumlah dana dan pihak pelaksananya dan dinas yang bertanggungjawab dengan proyek itu. Tapi ini tidak ada sama sekali, jadi ada kesan sengaja ditutup tutupi demi tujuan keuntungan,” katanya.

Ditambahkannya, atas temuan itu pihaknya berharap kepada pihak pihak yang berkompeten di bidangnya dapat segera turun tanggan meninjau lokasi proyek tersebut.

“Pihak yang berkompeten, harus turun langsung, sebab kami yakin ini adalah upaya pemborosan uang negara, sebab masih banyak program prioritas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat selaku penerima manfaat,” katanya. (Tim)

Share :

Baca Juga

LOMBA

Target 5 Besar MTQ Nasional, Wagub Mawardi : Kita Kembalikan Marwah Kejayaan MTQ Sumsel

DAERAH

Diskominfo Muba Sambut Studi Tiru BKPSDM  Kabupaten PALI

DAERAH

Herman Deru: Rekor Muri Bukti Bahwa Sumsel Sukses Sebagai Penyelenggra Fornas VI

DAERAH

Warga Ulak Embacang Menjerit, Akses Utama Jalan Pemda ke Desanya Rusak Parah

DAERAH

Camat Sanga Desa, Pimpin Upacara Memperingati Hari Pahlawan Berlangsung Khidmat

DAERAH

Rismawati Keberatan Juru Sita Pengadilan Agama Palembang Kosongkan Paksa Rumah di komplek Alam Raya Residen, Paruhutan Siagian SH Ikut Menyaksikan

DAERAH

Perusahaan Tambang Batu Bara Diduga Timbun Sungai, Camat Sanga Desa Tidak Tegas

KAB. OKI

Herman Deru Ajak Semua Pihak Gencar Lakukan Penyuluhan Penyalahgunaan Napza