* SAAT DIKONFIRMASI HUMAS PT. HKI ENGGAN KOMENTAR, NGAKU KENAL KETUA PWI SUMSEL
MUBA, transparanmerdeka.com – Ratusan warga desa Kali Berau, Kecamatan Banyung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin mengeluhkan adanya pembuangan limbah Proyek jalan Tol di areal rawa rawa desa Kali Berau.
Berdasarkan pantauan dilapangan, saat ini rawa rawa desa kaliberau yang luasnya lebih kurang 1 hektar kini sudah tertutup limbah dari PT. HKI. Akibatnya, rawa rawa yang selama ini menjadi sumber resapan air dan sumber cadangan air bagi warga, terutama saat musim kemarau kini telah musnah menjadi hamparan.
Ironisnya, kegiatan pembuangan limbah di dusun 4 Desa Kali Berau tersebut tidak ada izin sama sekali dengan pemerintah desa Kali berau.

Kepala Desa Kaliberau Muhamad Sarwadi kepada wartawan mengatakan, tindakan PT. HKI yang telah menutup rawa di desa Kali Berau jelas menimbulkan kerugian bagi masyarakat desa yang dipimpinnya, juga merusak ekosistem dan habitat berbagai mahluk yang ada dikawasan rawa – rawa itu.
“Saya mendapat laporan dan keluhan dari masyarakat Kali Berau, tentang keresahan mereka akan timbulnya dampak buruk bagi masyarakat, akibat penimbunan rawa rawa itu. Masyarakat khawatir, dengan ditutupnya rawa rawa itu akan banyak menimbulkan masalah, terutama banjir dan hilangnya sumber resapan air di desa Kali Berau,” katanya.
Lebih lanjut Muhamad Sarwadi menegaskan, atas tindakan sewenang – wenang PT. HKI yang telah menutup rawa rawa di desa Kali Berau Tanpa izin dari pemerintah desa tersebut, pihaknya akan melaporkan permasalahan itu kepada pemerintah kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Termasuk, mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah hukum.

“Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan, ini jelas merugikan masyarakat dan merupakan tindakan pengerusakan. Karena itu kita akan melaporkan kepada Bupati Muba dan kalau memungkinkan kita juga akan melaporkannya kepada aparat penegak hukum,” tegasnya.
Sementara itu pihak Pelaksana lapangan Proyek Tol Betung Jambi PT. HUTAMA KARYA Infrastruktur seksi 2 A, STA 95 saat akan dikonfirmasi tidak bisa memberikan jawaban. Namun mereka menghubungi bagian humas melalui sambungan telpon.
Namun saat dikonfirmasi via Telpon bagian Humas PT. HKI yang mengaku bernama Beni, juga tidak memberikan jawaban apa apa. Bahkan dengan nada arogan dia menyebut dirinya kenal dengan Ketua PWI Sumsel dan mengajak untuk bertemu di Palembang.
“Nanti kita ketemu di Palembang, saya kenal dengan Ketua PWI Sumsel,” katanya seraya menutup telponnya.
Saat permasalahan ini dikonfirmasikan kepada ketua PWI Sumsel Kurnaidi, ST mengatakan dirinya tidak mengenal Humas PT. HKI yang dimaksud. Menurutnya, bisa jadi tindakan yang dilakukan dengan mengaku mengenal ketua PWI Sumsel untuk membatasi gerak wartawan dalam mengali informasi.
“Kalau dia mengaku kenal sama ketua PWI Sumsel itu sah sah saja, karena memang organisasi PWI ini organisasi besar dan nasional. Namun Saya tegaskan, bahwa saya tidak kenal dengan humas PT. HKI yang dimaksud,” tegas Kurnaidi. (Tim)






