Beranda / Daerah / IKAB Palembang Lestarikan Kesenian Minang

IKAB Palembang Lestarikan Kesenian Minang

Foto bersama dengan sebagian peserta latihan kesenian IKAB Palembang, Rabu (4/11/2026) di halaman Masjid IKAB Daarul Mukhlishin Tegal Binangun

• RUTIN GELAR LATIHAN TAMBUA, TALEMPONG, TARI PIRING, SILAT DAN RANDAI

• GERAKKAN BAITUL MAAL UNTUK BERANTAS RIBA

PALEMBANG, transparanmerdeka.com – Pengurus Ikatan Keluarga Agam dan Bukittinggi (IKAB) Palembang terus melestarikan seni budaya Minangkabau dengan rutin menggelar latihan tambua (tambur), talempong, tari piring, silek tradisional dan randai. Kegiatan latihan bersama dipusatkan di halaman Masjid IKAB Daarul Mukhlishin, Tegal Binangun, Kelurahan Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan.

Kegiatan latihan bersama dengan menghimpun anak-anak, remaja, pemuda, mahasiswa dan dewasa tersebut digelar setiap hari Rabu malam, dua kali sebulan dipimpin oleh Ketua Departemen Seni Budaya IKAB Palembang, Hendra Saputra di bawah bimbingan dan arahan Ketua Umum IKAB Palembang, Ir. Reflin Arda, MAP, MSi serta pengurus lainnya.

Oplus_16908288

Latihan tari piring

Pada latihan Rabu (4/11/2026) malam, puluhan anak-anak, laki-laki dan perempuan, remaja, pemuda, dan ibu-ibu serta para orang tua antusias berlatih. Mereka dibimbing oleh pelatih yang sudah mahir dan berpengalaman sesuai cabang seni masing-masing.
Kegiatan latihan diawali dengan doa bersama dan membaca Ayat-ayat suci Al Quran di dalam Masjid IKAB Daarul Mukhlishin dipimpin oleh Khairul Amri.

“Kita melaksanakan kegiatan ini dengan mengharap ridha Allah SWT. Diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi dan ditutup dengan doa. Insya Allah warga IKAB Palembang tetap bersatu dan bisa melaksanakan kegiatan bermanfaat bagi para pengurus, anggota dan warga,” kata Reflin Arda yang mantan pensiunan Badan Pusat Statistik (BPS).

Reflin yang mendapat amanah untuk periode kedua memimpin IKAB Palembang setelah menang dalam pemilihan Ketua Umum pada Musyawarah Tinggi (Muti) tahun 2024 mengalahkan Ifrajoni, SE, menambahkan pengurus fokus untuk memperkuat dan meningkatkan kebersamaan serta mempertahankan dan membesarkan IKAB yang sudah berdiri sejak 2002 dan awalnya bernama IKA (Ikatan Keluarga Agam) yang didirikan pada tahun 1964.

“Kita usahakan melaksanakan kegiatan positif yang bermanfaat bagi para anggota dan kita mohon mendapat berkah dari Allah SWT,” katanya seraya menyatakan fokus untuk aktivitas di Palembang, Sumatera Selatan.

Baca Juga |  PT. HKI Buang Limbah Proyek Tol Betung - Jambi STA 95 ke Rawa - rawa Desa Kali Berau Tanpa Izin

Latihan silat

Latihan kesenian tambur tansa dikomandoi oleh Febri Musriandi bersama ketua-ketua group tambua Nagari Koto Malintang (IKKM), Koto Kaciak (IKKEKS), Riak Danau diikuti puluhan anggota dari anak-anak sampai yang dewasa. Insya Allah selanjutnya akan diajak bergabung bersama tambua Sungai Batang Tanjung Sani, Lubuk Basung dan nagari lainnya.

Untuk latihan talempong dikoordinir dan diikuti oleh ibu Elli Piliang, Desmawati, Yusmawati, Emizul, Yem Zainal, Asmara Fitri serta bundo-bundo IKAB Palembang.

Sedangkan tari piring, yang merupakan tarian khas Minang dibina oleh Devi Plaju dan Hendra Syaputra, diikuti oleh anak-anak dan remaja dari IKKEK, Riak Danau dan lainnya. Untuk silek (silat) tradisional dilatih oleh Indra Saren, Rio dan Meliyadi.

Sementara itu, latihan randai dikomandoi oleh Buther Rohit bersama Indra Saren, Endah dan Andesman. Selain itu juga dilakukan latihan pasambahan dikoordinir oleh Rizal Chaniago dan Indra Saren.

Selain, melaksanakan kegiatan seni-budaya, IKAB Palembang juga telah dan sedang melaksanakan kegiatan yang bersifat amar makruf nahi munkar sesuai perintah Allah, sebagai wujud dari filosofi urang Minang,

“Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” dengan membentuk Baitul Maal, Majelis Taklim dan Pengurus Masjid.

“Baitul Maal kita dirikan dan sudah mulai berjalan dengan tujuan memberantas praktik riba terhadap warga IKAB. Kita usahakan menghimpun dana tanpa bunga dan menyalurkannya berupa pinjaman kepada warga yang membutuhkan tanpa bunga, tanpa riba.

Sebab, dalam kehidupan selama ini banyak warga masyarakat yang terjerat riba dengan meminjam uang kepada rentenir dengan bunga tinggi mencekik leher. Kita ingin memberantas praktik riba. Sebab riba dilarang Allah SWT di dalam Al Quran dan Hadist Nabi Muhammad,” kata Drs. H. Nofri Dalimunthe, Ketua Pengarah Baitul Maal IKAB Palembang.

Pengurus IKAB Palembang dalam rapat khusus sepakat membangun satu tim kesenian IKAB Palembang dengan menghimpun semua kekuatan kelompok yang ada. “Group atau tim kesenian yang ada per nagari tetap hidup (eksis) dengan baik. Namun, kita bangun satu kekuatan besar, dengan membuat satu tim bersama tingkat Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.

Baca Juga |  Dry Ice Diklaim Bawa Perbaikan Jarak Pandang di Sumsel, Herman Deru Minta Proyek Dilanjutkan

Semua berhimpun, saling isi, saling support dalam satu ikatan persaudaraan yang baik dan mulia. Kita akan sampaikan kepada tokoh-tokoh Urang Awak eksistensi tim kesenian itu dan insya Allah akan mendapat support baik moral maupun material terutama dari keluarga besar Agam dan Bukitiinggi,” kata Afdhal Azmi Jambak, SH, Sekretaris Umum IKAB Palembang.

Advokat ini juga menambahkan, Depertamen Seni Budaya IKAB Palembang akan berkoordinasi dengan Dewan Kesenian Palembang untuk membangun dan mengembangkan kesenian di Ibukota Sumatera Selatan (Sumsel). Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir adalah salah satu tokoh kreatif dan juga jurnalis senior yang bersama teman-teman seniman-seniwati di Ibukota Sumsel ini melestarikan dan mengembangkan kesenian di Bumi Sriwijaya.

“Kita rencanakan peresmian Departemen Seni Budaya IKAB Palembang ini, pada Januari 2027. Kita komunikasikan dengan DKP,” tambah Afdhal yang juga wartawan senior ini.
Pengurus IKAB Palembang dengan Ketua Dewan Pembina, Prof. Dr. Chairil Anwar PhD dan penasehat Prof. DR. Eddy Mart Salim, Prof. Dr. Erika Bukhari, H. Johny Samty, Buya Drs. H. Asnal Olon, H. Alfiadi (H. Edy), H. Afrinaldi, Ir. H. Andris K Tamin, Drs. H. Nofri Dalimunthe, dan banyak lainnya terus melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial keagamaan dengan baik di Palembang.

Latihan tambua

“Kita fokus untuk peningkatan ikatan kekeluargaan warga IKAB di Palembang ini. Kita selesaikan pembangunan Masjid IKAB Daarul Mukhlishin. Kita jadikan masjid ini pusat kegiatan amal makruf nahi munkar dan amar makruf nahi munkar. Kita tingkatkan kepedulian kepada warga IKAB di Palembang dengan tetap peduli terhadap kampung halaman,” kata Prof. Dr. Chairil Anwar Ph.D.

Andi, Ketua IKKEKS Palembang bersyukur dengan rasa persaudaraan yang tinggi di IKAB Palembang. Apalagi para Pembina, Penasehat, Ninik Mamak, Ulama, Bundo Kanduang penuh perhatian dan peduli antar sesama.

“Kita besarkan IKAB Palembang untuk kebahagiaan dan kesejahteraan anggota dan warga semua dengan prinsip duduak surang basampik-sampik, duduak basamo balapang-lapang,” katanya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *